Fenomena kenaikan permukaan air laut atau banjir rob telah menjadi tantangan menahun bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir utara Jawa, termasuk di Tegal. Air laut yang masuk ke pemukiman tidak hanya merusak bangunan rumah, tetapi juga melumpuhkan sektor ekonomi utama masyarakat, yaitu sektor kelautan. Menanggapi situasi yang terus berulang ini, komunitas motor besar setempat bergerak melalui inisiatif Tegal Tanggap. Gerakan ini merupakan respons cepat dan terukur untuk membantu meringankan beban hidup masyarakat pesisir yang setiap harinya harus bergelut dengan genangan air asin.
Kegiatan ini dikemas dalam rangkaian aksi sosial yang melibatkan seluruh anggota HDCI di wilayah Tegal. Fokus utama mereka adalah memberikan bantuan yang sifatnya mendesak serta dukungan jangka menengah agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan. Tim relawan HDCI turun ke kampung-kampung nelayan untuk membagikan paket kebutuhan pokok serta perlengkapan kesehatan guna mencegah penyakit kulit yang sering menyerang warga akibat terpapar air rob dalam jangka waktu lama. Solidaritas ini dibangun atas dasar rasa persaudaraan yang kuat terhadap warga yang selama ini menjadi bagian dari denyut nadi ekonomi kota Tegal.
Salah satu fokus bantuan yang sangat penting adalah bagaimana tim HDCI bantu nelayan yang perahunya mengalami kerusakan atau mereka yang tidak bisa melaut akibat cuaca buruk yang menyertai datangnya rob. Bantuan berupa alat tangkap, mesin motor perahu ringan, hingga dukungan dana perbaikan kapal diberikan secara selektif kepada keluarga nelayan yang paling membutuhkan. Langkah ini diambil agar mereka bisa segera kembali bekerja dan mencari nafkah bagi keluarga. Bagi HDCI, membantu nelayan berarti menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal agar tetap terjaga di tengah ancaman bencana lingkungan.
Kondisi para warga pesisir terdampak rob seringkali memerlukan penanganan teknis pada infrastruktur pemukiman. Selain bantuan pangan, HDCI Tegal juga terlibat dalam upaya peninggian jalan kampung atau pembuatan tanggul sederhana menggunakan karung pasir di titik-titik yang paling rawan jebol. Kerja bakti massal antara anggota komunitas dan warga sekitar menciptakan suasana kekeluargaan yang erat. Aksi ini menunjukkan bahwa komunitas motor besar memiliki kepekaan lingkungan yang sangat tinggi dan tidak ragu untuk berinteraksi langsung dengan lumpur dan air laut demi membantu sesama.